Tanpa Ayah, Diza Berjuang Sembuh Dari Kanker Darah

"Kasian sekali melihat Diza setiap hari menangis menahan sakitnya, rasanya tak kuat ia masih sakit harus menderita penyakit serius ini" 

“Kasihan Sekali Melihat Diza Setiap Hari Menangis Menahan Sakitnya, Rasanya Tak Kuat Ia Masih Sakit Harus Menderita Penyakit Serius Ini”

Tanpa Ayah, Diza Berjuang Sembuh dari Kanker Darah — Kalimat pilu di atas menggambarkan betapa beratnya perjuangan seorang anak kecil bernama Diza Salbia Wahyudi. Ia sejak kecil harus menghadapi kenyataan hidup tanpa kehadiran seorang ayah. Lebih parah lagi, Diza kini menderita leukemia ALL (Acute Lymphoblastic Leukemia), sebuah penyakit serius yang menguji ketabahan keluarganya. 

Kisah Diza: Air Mata dan Harapan

Awalnya, demam ringan yang dialami Diza dianggap biasa. Namun, ketika demam itu tak kunjung reda, ia segera dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, hasil pemeriksaan justru membuat hati keluarganya hancur: Diza didiagnosis menderita leukemia ALL — penyakit yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya.

Sejak saat itu, hidup Diza berubah total. Kini ia harus menjalani kemoterapi 3–4 kali dalam seminggu. Akibatnya, tubuhnya semakin rapuh, sering mual, demam berulang, bahkan rambut cantiknya rontok. Lebih menyakitkan lagi, setiap kali jarum infus menusuk kulitnya, tangisan dan rasa takut tak bisa ia sembunyikan.

Ibu Tak Menyerah

Meski hidup terasa semakin berat, sang Ibu tidak pernah berhenti berjuang. Sebagai seorang buruh cuci dengan penghasilan rendah, ia menyadari betul bahwa menyerah bukanlah pilihan. Oleh karena itu, dengan tenaga, doa, dan keyakinan, ia terus mencari jalan agar pengobatan Diza tetap bisa berjalan. Bahkan, meskipun sebagian besar biaya tidak ditanggung oleh BPJS, sang Ibu tetap bertahan.

Terkadang, rasa lelah hampir membuatnya goyah. Namun, setiap kali melihat semangat Diza untuk bertahan, ia kembali bangkit. “Saya tidak akan biarkan kehilangan anak saya,” ucapnya penuh haru.

Harapan dari Kampanye Donasi

Beruntung, kini ada secercah harapan. Melalui kampanye donasi “Tanpa Ayah, Diza Berjuang Sembuh Dari Kanker Darah” yang dikelola Yayasan Sahabat Ayah Sarah, bantuan dari orang-orang baik terus berdatangan. Hingga saat ini, sudah terkumpul Rp 7.016.901 dari target Rp 60.000.000, dengan lebih dari 140 donatur ikut serta. Angka tersebut memang masih jauh dari target, tetapi tetap menjadi sinar terang di tengah kegelapan.

Donasi ini bukan hanya untuk biaya pengobatan, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Diza. Selain itu, dana yang terkumpul juga membantu menyediakan susu khusus, popok, serta biaya penginapan dan makanan selama perawatan.

Mengapa Kita Harus Peduli?

  • Kanker Leukemia ALL adalah kondisi serius yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.

  • Diza hidup tanpa ayah, sehingga perjuangannya lebih berat dibandingkan anak lain.

  • Setiap bantuan, sekecil apa pun, bisa menjadi penyelamat yang berarti.

Oleh sebab itu, dukungan dari masyarakat sangatlah penting. Bahkan, sekadar doa atau membagikan informasi ini ke orang lain sudah merupakan bentuk kepedulian yang berharga.

Ayo Bantu Diza Sembuh

Perjuangan Diza adalah panggilan hati bagi kita semua. Jika Anda tergerak untuk membantu:

  1. Kunjungi laman campaign “Tanpa Ayah, Diza Berjuang Sembuh Dari Kanker Darah” di Yayasan Sahabat Ayah Sarah. 

  2. Klik tombol Donasi Sekarang dan pilih nominal sesuai kemampuan.

  3. Bagikan campaign ini agar lebih banyak orang peduli.

Pada akhirnya, setiap uluran tangan tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga Diza, tetapi juga menjadi doa nyata untuk kesembuhannya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang tak terputus.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram