Kebanyakan orang ngenal rumah singgah YSAS itu biasanya tempat istirahat buat anak-anak pasien dan walinya selama ngejalanain pengobatan di jakarta. Padahal di balik suasana hangat dan kebersamaan itu, ada banyak hal kecil yang jarang orang tau atau terlihat sama orrang-orang di luar sana.
Biasanya setiap hari senin-jumat di awali pada bangun subuh 03:00wib, dengan ke hectic an heheee. Ada yang nyiapin air hangat, nyuci pakaian, atau gaa ngeberesin perlengkapan rumah sakit buat jadwal kontrol hari itu. Mesin laundry itu hampir ga pernah benar-benar berhenti. Baju anak, selimut, handuk, sampai pakaian orang tua bergantian dicuci setiap hari.
Di dapur itu gas terus nyala buat masak makanan yang sederhana. Kadang ada anak yang cuman mau makan bubur hangat, ada juga yang lagi susah makan setelah kemoterapi. Ibu-ibu di rumah singgah sering saling bantu memasak biar semuanya tetap bisa makan dengan nyaman.
Belum lagi kebutuhan yang sering di anggap sepele kaya stok diapers, susu, tisu basah, hingga air minum. Barang-barang kecil itu cepat banget habis karena dipakai setiap hari sama banyak keluarga yang lagi berjuang bareng-bareng.
Saat malam mulai larut, suasana belum tentu benar-benar tenang. Ada keluarga yang masih harus bersiap menuju rumah sakit menggunakan ambulans karena kondisi anak tiba-tiba menurun. Ada juga orang tua yang tetap terjaga sambil memantau suhu tubuh anaknya.
Di balik pintu rumah singgah, kehidupan terus berjalan dengan sederhana namun penuh perjuangan. Bukan hanya tentang tempat tinggal sementara, tapi tentang bagaimana banyak keluarga belajar saling menguatkan di tengah keadaan yang tidak mudah.
Dan mungkin, justru hal-hal kecil yang jarang terlihat itulah yang membuat rumah singgah terasa seperti rumah kedua bagi mereka.
selalu dukung kegiatan kami ya sahabat sarah, supaya kami semangatnya ga padam hehee
