

“Sakit… aduh sakit bu… tolong bu…” rintih Pak Mulyono kepada istrinya, menahan nyeri yang tak tertahankan.

Pak Mulyono (70 tahun) kini berjuang melawan Ca Rectum atau kanker/tumor ganas yang tumbuh di bagian akhir usus besar. Semua bermula sejak Oktober 2025, saat ia kesulitan BAB. Feses yang keluar sangat kecil, dan perutnya terasa sangat sakit hingga akhirnya kondisinya drop dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Pada Desember, Pak Mulyono menjalani endoskopi. Hasilnya begitu mengejutkan terdapat tumor yang menutup bagian anusnya. Selama 2 bulan penuh, beliau harus menahan sakit luar biasa karena tidak bisa BAB sama sekali.

Operasi besar pun dilakukan pada Februari untuk mengangkat tumor tersebut. Tak hanya itu, dokter juga harus membuat lubang kolostomi di perutnya sebagai jalan BAB yang baru. Kini, Pak Mulyono harus hidup dengan kantong kolostomi setiap harinya.
Di usia senja, beliau sudah tak mampu bekerja lagi. Sementara kebutuhan pengobatan terus berjalan mulai dari kantong kolostomi yang harus dibeli rutin, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, hingga biaya transportasi ke rumah sakit.

Meski sudah menjalani operasi, rasa sakit itu masih sering datang. Ke depan, Pak Mulyono juga direncanakan harus menjalani kemoterapi demi melawan kanker yang masih mengancam hidupnya.

“Harapan saya cuma ingin sehat kembali… masih bisa lihat keluarga, kumpul sama anak cucu,” ucap Pak Mulyono dengan air mata.
Orang baik, jangan biarkan Pak Mulyono berjuang sendirian. Mari bantu beliau melawan kanker usus agar bisa kembali menikmati sisa hidup bersama keluarga tercinta, dengan cara :
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik