ImageDi Usia 4 Tahun, Faaz Sudah Kehilangan Satu Matany...
Image

Di Usia 4 Tahun, Faaz Sudah Kehilangan Satu Matanya

Image
Jakarta Timur
Rp 0 terkumpul dari Rp 55.000.000
0 Donasi 27 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Mata kanannya telah diangkat demi menyelamatkan nyawanya. Kini, Faaz masih berjuang mempertahankan penglihatan di mata kirinya

Di usia yang baru menginjak 4 tahun, Faaz Althaf Rabbani seharusnya menghabiskan hari-harinya dengan bermain dan belajar mengenal dunia. Namun, sejak bayi, hidupnya dipenuhi ruang perawatan, kemoterapi, dan berbagai pemeriksaan karena retinoblastoma bilateral, kanker yang menyerang kedua matanya.

Perjuangan Faaz dimulai ketika usianya baru 5 bulan. Kedua matanya memantulkan cahaya putih kekuningan seperti mata kucing. Tak lama kemudian, Faaz mengalami demam tinggi hingga orang tuanya membawanya ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, seperti USG mata, CT Scan, dan BMP, dokter memastikan bahwa Faaz mengidap retinoblastoma bilateral.

Sejak saat itu, masa kecil Faaz berubah. Ia harus menjalani 10 kali kemoterapi. Saat usianya baru 11 bulan, dokter mengambil keputusan yang sangat berat: mengangkat bola mata kanannya agar kanker tidak semakin menyebar dan nyawanya dapat diselamatkan.

Namun perjuangan belum berakhir. Kanker juga menyerang mata kirinya. Kini Faaz hanya dapat melihat samar jika objek berada tepat di depan pandangannya. Keterbatasan itu membuatnya sering terjatuh, menabrak benda di sekitarnya, dan kesulitan mengikuti aktivitas seperti anak-anak seusianya.

"Saya sangat takut kehilangan anak saya lagi setelah Faaz dinyatakan sakit kanker, karena anak pertama saya juga sudah meninggal," ungkap sang ibu, Ibu Siti. Rasa cemas itu terus menghantui setiap kali melihat Faaz harus menerima suntikan kemoterapi, tubuhnya melemah, hingga pernah menjalani perawatan intensif di ruang PICU akibat kondisinya yang memburuk.

Meski begitu, Faaz tetap tumbuh menjadi anak yang ceria. Ia masih senang berlari dan bermain. Sayangnya, keterbatasan penglihatannya dan protesa mata yang kini sudah tidak lagi sesuai ukuran sering membuatnya minder. Protesa tersebut kerap bergeser hingga matanya tampak juling, dan tak jarang teman-temannya enggan bermain bersamanya.

"Capek ke rumah sakit, nggak suka disuntik soalnya sakit dan perih," ucap Faaz dengan polos. Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa besar perjuangan yang harus dipikul seorang anak kecil.

Saat ini Faaz membutuhkan protesa mata baru agar dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan kembali percaya diri. Selain itu, ia masih harus menjalani kontrol rutin, pemeriksaan MRI dan RetCam setiap tiga bulan, serta membeli beberapa obat dan menjalani pemeriksaan laboratorium yang belum seluruhnya ditanggung BPJS.

Di tengah perjuangan tersebut, ayah Faaz bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan yang harus mencukupi kebutuhan seluruh keluarga sekaligus biaya pengobatan Faaz.

Orang tua Faaz tidak berharap hal yang muluk. Mereka hanya ingin anaknya dapat terus menjalani pengobatan, memiliki protesa mata yang layak, tumbuh sehat, dan suatu hari nanti bisa bersekolah serta bermain bersama teman-temannya tanpa merasa berbeda.

Mari bersama menjadi bagian dari harapan Faaz. Setiap doa dan bantuan yang diberikan akan sangat berarti untuk membantu Faaz melanjutkan perjuangannya menuju masa depan yang lebih baik.

Cara berdonasi:

  1. Klik tombol “Donasi sekarang!”.
  2. Masukkan nominal donasi.
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/DANA/ShopeePay/LinkAja/Jenius Pay/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Mandiri Syariah/Kartu Kredit).

Selain mendoakan serta berdonasi, kamu juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut mengulurkan kasih untuk mereka.

 

Baca selengkapnya ▾

  • July, 21 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close