ImageBantu Dimas Untuk Terus Bernapas Dan Melanjutkan P...
Image

Bantu Dimas Untuk Terus Bernapas Dan Melanjutkan Pengobatannya

Image
jakarta timur
Rp 0 terkumpul dari Rp 65.000.000
0 Donasi 28 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Di usianya yang baru 11 tahun, Dimas harus menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari anak-anak seusianya. Ketika anak-anak lain bisa bermain, bersekolah, dan menikmati masa kecil mereka, Dimas justru harus menghabiskan sebagian besar waktunya di atas tempat tidur, berjuang melawan berbagai penyakit serius yang dideritanya.

Dimas didiagnosis mengalami Myelodysplastic Syndrome, suspek hepatitis, Cerebral Palsy, NAFLD, sindrom metabolik, hingga hipertrigliseridemia. Berbagai kondisi tersebut membuat Dimas membutuhkan perawatan khusus dan pendampingan setiap hari.

Perjuangan Dimas melawan sakit bukanlah perjalanan yang baru dimulai kemarin. Sejak usianya baru 4 bulan, Dimas sudah mengalami kejang hingga harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit. Bahkan, ketika usianya menginjak 1 tahun 7 bulan, Dimas mengalami penurunan kesadaran hingga koma dan harus dirawat intensif selama tiga minggu di ruang PICU.

Alhamdulillah, Dimas berhasil melewati masa kritis tersebut. Namun, setelah sadar dari koma, kondisinya berubah drastis. Ia mengalami kelumpuhan pada hampir seluruh tubuhnya dan hanya jari-jarinya yang masih bisa digerakkan.

Kesulitan bernapas pun menjadi ujian berikutnya. Dimas harus menjalani pemasangan trakeostomi, yaitu alat bantu pernapasan melalui lubang yang dibuat pada lehernya, agar ia tetap bisa bernapas dengan baik.

Ujian kembali datang pada pertengahan tahun 2025. Dimas mengalami sesak napas, demam, dan tubuhnya semakin pucat. Setelah dibawa ke IGD dan menjalani pemeriksaan darah, dokter menemukan kadar hemoglobinnya rendah serta adanya kelainan pada sumsum tulang yang dikenal sebagai Myelodysplastic Syndrome.

Sejak saat itu, kebutuhan pengobatan Dimas semakin kompleks. Ia membutuhkan obat-obatan, vitamin, nutrisi khusus, serta penggantian alat trakeostomi secara rutin. Sayangnya, tidak semua kebutuhan tersebut dapat ditanggung oleh BPJS.

Di balik perjuangan Dimas, ada sosok Ibu Ary yang tak pernah berhenti berusaha. Sejak suaminya meninggal dunia, ia harus menjalani semuanya seorang diri. Hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk merawat Dimas, sehingga ia tak lagi memiliki kesempatan untuk bekerja seperti sebelumnya.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang anak, Ibu Ary sudah berusaha melakukan berbagai cara. Kendaraan keluarga terpaksa dijual, pinjaman online hingga utang kepada saudara pun harus dilakukan. Dahulu, ia masih sempat berjualan makanan kecil-kecilan untuk mencicil utang dan memenuhi kebutuhan Dimas. Namun, ketika kondisi Dimas semakin memburuk, ia tak lagi bisa meninggalkan anaknya untuk bekerja.

Kini, bukan hanya biaya pengobatan yang menjadi beban, tetapi juga tenaga yang semakin terbatas. Seiring bertambahnya usia dan berat badan Dimas, Ibu Ary mulai kesulitan menggendong dan membopong anaknya seorang diri.

"Berat sekali, Kak. Saya sudah hampir tidak kuat membopong Dimas," ungkap Ibu Ary dengan penuh kesedihan.

Meski begitu, Ibu Ary masih terus berusaha bertahan. Ia hanya ingin memastikan Dimas tetap mendapatkan perawatan, kebutuhan nutrisinya terpenuhi, dan alat bantu pernapasannya dapat diganti tepat waktu agar Dimas bisa terus bernapas dengan nyaman.

Yuk, sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu Dimas. Karena bagi Dimas dan Ibu Ary, kepedulian kita bukan sekadar bantuan, tetapi juga harapan untuk terus bertahan.

  1. Klik “Donasi Sekarang”
  2. Masukan nominal donasi.
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNISyariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit).
  4. Teman-teman akan mendapat laporan via email

Baca selengkapnya ▾

  • November, 1 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close